TARAKAN – Front Persaudaraan Islam (FPI) Kalimantan Utara menyampaikan sikap tegas terhadap materi yang disampaikan komika Pandji Pragiwaksono, yang dinilai telah melukai perasaan umat Islam dan menyinggung kesucian ibadah.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Husni Mubarak, perwakilan FPI Kaltara, dalam keterangannya kepada media pada Sabtu (24/1/2026).
“Agama adalah kehormatan kami. Ibadah adalah marwah kami. Dan itu tidak pantas dijadikan bahan candaan dalam bentuk apa pun,” tegas Husni.
Menurut FPI Kaltara, persoalan ini bukan semata soal selera humor, namun menyangkut batas-batas penghormatan terhadap simbol-simbol agama yang harus dijaga bersama di ruang publik.
“Kami menolak segala bentuk upaya yang meremehkan, mengolok, atau menormalisasi pelecehan terhadap simbol-simbol agama. Ini bukan soal selera humor, ini soal rasa hormat,” lanjutnya.
Meski menyampaikan penolakan keras, FPI Kaltara juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing emosi atau melakukan tindakan yang melanggar hukum.
“Kami mengingatkan umat dan masyarakat: jangan terpancing emosi, jangan melakukan tindakan yang melanggar hukum, dan jangan menciptakan kegaduhan yang justru merugikan umat sendiri,” ujarnya.
FPI Kaltara menegaskan bahwa langkah yang ditempuh harus tetap berada dalam koridor hukum, serta mendorong pihak berwenang agar bersikap tegas menindaklanjuti polemik tersebut.
“Kami mendorong agar persoalan ini diselesaikan melalui jalur hukum dan konstitusional. Kami ingin keadilan, bukan kekacauan. Kami ingin ketegasan hukum, bukan keributan,” katanya.
Di akhir pernyataan, Husni juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kalimantan Utara.
“Mari kita jaga persatuan, keamanan, dan ketertiban di Provinsi Kaltara. Tegas dalam prinsip, tetap santun dalam sikap,” tutupnya. (*)



















Discussion about this post