TARAKAN – Penyakit HIV/AIDS terus menebar ancaman serius bagi warga Tarakan. Pasalnya kasusnya terus bermunculan setiap tahun.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, Rini Faulina menjelaskan selama 10 tahun terakhir atau periode 2015-2025, ditemukan 1.010 kasus positif. Namun yang baru mendapat pengobatan sampai saat ini hanya 401 penderita.
“Dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2025 mencapai 1.010 kasus. Yang mendapatkan pengobatan sampai saat ini ada 401 orang,” ujar Rini Faulina saat menjelaskan dalam pertemuan bersama anggota DPRD Kaltara di Kantor Dinas Kesehatan Tarakan, Kamis (22/1/2026).
Pada tahun 2025, Dinkes Tarakan hanya menemukan 103 kasus. Jumlah ini memang turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 118 kasus.
Meski demikian, Rini menilai penyakit HIV AIDS seperti fenomena gunung es. Di mana diperkirakan masih banyak penderita HIV/AIDS yang belum terdeteksi.
Menurut Rini, setiap tahun pihaknya memeriksa ribuan orang. Di tahun 2025, pihaknya memeriksa 13.617 orang. Di mana 103 orang di antaranya terdeteksi positif HIV/AIDS.
Adapun dari 103 kasus yang ditemukan di tahun 2025, sebanyak 9 orang di antaranya meninggal dunia. Sementara yang hidup 94 orang
Dari jumlah yang hidup, 72 penderita sudah mendapatkan pengobatan, yang berasal dari luar Tarakan ada 35 penderita dan yang belum mendapatkan ARV ada 22 orang serta hilang kontak ada 20 orang.
Menurutnya, petugas kesehatan sebenarnya langsung memberikan penanganan ketika pasien atau klien dinyatakan terinfeksi HIV/AIDS. Di mana telah disiapkan konselor untuk klien berkonsultasi sehingga cepat mendapatkan penanganan.
Hanya saja masih ada penderita atau klien yang belum siap menerima kenyataan saat dinyatakan terinfeksi HIV/AIDS. Sehingga mereka enggan membuka status. Hal ini menghambat penanganan terutama untuk mendapatkan pengobatan.
Petugas pun tidak bisa memaksakan apabila penderita atau klien enggan membuka statusnya. Tetapi petugas tetap melakukan edukasi kepada mereka terkait upaya penanganan. (jkr)


















Discussion about this post