TARAKAN – Penangkapan buaya di Embung Persemaian sempat berlangsung dramatis. Buaya mengamuk saat ditarik ke darat.
Penangkapan buaya berlangsung pada Rabu pagi (21/1/2026) yang dilakukan oleh pekerja Penangkaran Buaya Persemaian.
Penangkapan dilakukan terlebihdulu dengan memancing buaya menggunakan kail dan umpan ayam. Sebanyak 5 unit pancing dipasang di dalam Embung Persemaian pada Selasa petang (21/2026). Hasilnya, satu pancing disambar buaya.
“Kemarin sore (Selasa, red) sekira setengah 7, saya pasang jerat di belakang kami tinggal itu. Habis pasang jerat, pasang umpannya lalu kami tinggal,” ujar pekerja Penangkaran Buaya Persemaian, Simon.
Simon mengaku tidak tahu persis jam berapa buaya tersebut memakan umpan. Akan tetapi diperkirakannya pada malam hari ketika kondisi sepi.
Keesokan harinya atau pada Rabu pagi sekira pukul 06.00 WITA, ia mencoba memeriksa pancingan dan diperoleh satu ekor buaya memakan pancing.
Simon mengaku ketika menarik tali pancing, buaya tersebut mengamuk. Sehingga terpaksa ia meminta bantu rekan-rekannya untuk menarik ke darat.
“Ketika kami coba tarik tali pancing itu buayanya melawan, saya langsung dobel tali ini supaya bisa ditarik naik dan diamankan, takut kalau tali pancing putus nanti susah didapat,” beber Simon.
“Kami ada 7 orang yang tangkap yang karyawan di dalam penangkaran buaya. Kalau orang luar pasti tidak akan berani,” sambung Simon.
Pasca ditangkap, Simon menilai buaya tersebut tidak akan hidup lama. Karena diduga perutnya sudah robek terkena kail pancingan.
Rencananya apabila tidak bernyawa lagi, buaya tersebut akan dijadikan makanan bagi buaya lainnya di penangkaran yang dijaganya.
Simon yang sudah bekerja di penangkaran buaya sejak tahun 80an menambahkan bahwa buaya yang ditangkapnya adalah yang keempat kali di Embung Persamaian.
Ia menilai buaya yang ditangkap adalah buaya jenis muara. Diduga buaya tersebut berasal dari alam. Karena sepengetahuannya, Tarakan dulunya menjadi habitat buaya. (*)

















Discussion about this post