TARAKAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tarakan mulai mempersiapkan kontingen menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kaltara yang akan berlangsung tahun ini di Malinau.
Sekretaris KONI Tarakan, Rizkiyanto mengaku pihaknya sedang menghimpun jumlah atlet, official dan pelatih yang diproyeksikan memperkuat Kontingen Tarakan.
“Kami lagi menghimpun jumlah atlet, jumlah kontingen dan kebutuhan anggaran untuk kita mengikuti,” ujar Rizkiyanto saat ditemui awak media beberapa hari lalu.
Dijelaskan bahwa data itu nantinya menjadi bahan bagi pihaknya untuk mengajukan anggaran ke Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Tarakan untuk kebutuhan kontingen.
Pria yang akrab disapa Kiky ini belum bisa memberi gambaran jumlah kontingen Tarakan. Akan tetapi berkaca pada keikutsertaan di Porprov I/2022, kontingen Tarakan diperkuat hampir 600 atlet, official, pelatih dan panitia. Namun, pelaksanaan ketika itu di Tarakan dan Bulungan.
Ia berharap anggaran yang diusulkan nantinya dapat disetujui oleh Pemkot Tarakan.
“Mudah-mudahan nanti kebutuhan kami bisa diakomodir. Karena kami juga menghimpun usulan dari masing-masing cabang olahraga yang dipertandingkan,” harap Kiky.
Di sisi lain, pihaknya masih menunggu ketetapan KONI Kaltara bersama PB Porprov terkait cabang olahraga apa saja yang akan dipertimbangkan di porprov.
Hal ini dinilai penting karena mempengaruhi jumlah atlet, official dan pelatih yang akan diberangkatkan yang mengacu pada cabang olahraga apa saja yang dipertandingkan.
“Sampai saat ini kita belum dapat surat edaran atau keputusan dari KONI Kaltara berapa jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan,” tutur Kiky.
Ia menambahkan bahwa kemungkinan besar KONI Tarakan juga menerapkan skala prioritas dalam memberangkatkan atlet. Patokannya pada prestasi cabang olahraga di Porprov I. Hal ini erat kaitannya dengan anggaran.
“Berkaca pada Porprov I, skala prioritas cabang olahraga unggulan yang kemarin dapat medali emas, itu akan menjadi prioritas untuk kita ikutsertakan,” ungkapnya.
“Kalau sifatnya hanya ikut meramaikan atau tidak berpotensi tidak menyumbang medali, pasti akan kita lihat anggaran lagi,” sambung Kiky. (jkr)



















Discussion about this post