TARAKAN – Program cetak sawah di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) mulai memasuki masa tanam padi.
Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes bersama stakeholder terkait melakukan tanam padi secara simbolis di lokasi cetak sawah di lahan milik Kelompok Tani Siaboy Makmur dan Nusantara Subur di Sungai Siaboy, Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Rabu (7/1/2026).
Wali Kota Tarakan menjelaskan tanam padi ini akan dikerjakan secara bertahap. Tahap awal akan ditanam di lahan seluas 15 hektar dan dilanjutkan hingga semua lahan tertanami.
“Hari ini kita memulai tanam perdana Untuk cetak sawah yang sudah kita lakukan beberapa waktu yang lalu hari ini secara simbolis kita lakukan di lahan seluas 15 hektar selebihnya nanti akan dilanjutkan oleh Brigade melalui berbagai cara ada yang tanam pindah ada juga yang tabela ada juga yang pakai drone. Karena memang cukup luas,” ujar wali kota kepada awak media.
Untuk mempercepat proses tanam dan tumbuh, lanjut walikota, digunakan berbagai metode tanam. Mulai dari manual hingga menggunakan teknologi drone.
Dengan demikian diharapkan 3 bulan ke depan sudah bisa dinikmati hasilnya melalui panen.
“Jadi kalau manual agak lama sehingga penanaman ini segera selesai dan harapan kita tiga bulan ke depan bisa panen,” harap wali kota.
Sebelumnya, sudah dilakukan pembangunan infrastruktur cetak sawah oleh Kodim 0907/Tarakan di lahan seluas 202 hektar ini pada tahun lalu.
Ada pun pelaksana tanam padi ini dikerjakan oleh Brigade Pangan Juata Inti Perkasa. Sedangkan bibit padinya merupakan bibit padi yang memang cocok ditanam pada lahan air payau.
Wali kota memastikan bahwa kebutuhan Brigade Pangan Juata Inti Perkasa dicukupi oleh pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara). Mulai alat alat berat, drone, hand traktor, bibit hingga pupuk.
Karena itu wali kota berharap dukungan pemerintah ini dapat dimanfaatkan Brigade Pangan Juata Inti Perkasa dengan segera menanam padi. Sebab jika tidak, dikhawatirkan kondisi lahan kembali menjadi hutan dan harus memulai lagi dari awal untuk menanam.
Melalui program ini, wali kota berharap bisa membantu mewujudkan program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.
Wali kota menyadari, hasil panen belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Tarakan. Namun setidaknya bisa mengurangi ketergantungan beras dari luar.
“Mudah-mudahan hasilnya nanti bisa mengurangi ketergantugan dari luar. Walaupun seperti yang saya sampaikan tadi, kalau dikali 350 hektar hanya sekitar 1.000an ton untuk sekali panen dalam 3 bulan, menurut saya itu masih jauh dari kebutuhan Tarakan, tetapi paling tidak bisa mengurangi. Siapa tahu ke depan ada warga yang mau ikut program ini,” harap wali kota. (jkr)


















Discussion about this post