TARAKAN – Syarwani menjadi calon tunggal Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Hal itu disampaikan Ketua Panitia Pengarah atau Steering Commitee (SC), Fenry Alpius Litun, setelah pihaknya menutup penjaringan dan memverifikasi dokumen kelengkapan bakal calon.
Menurut Fenry, awalnya ada dua bakal calon yang mendaftar. Keduanya merupakan kader. Yaitu petahana, Syarwani dan Francisco.
Akan tetapi setelah dilakukan verifikasi berkas, ternyata hanya Syarwani yang dinilai memenuhi syarat pencalonan.
“Ada dua yang mendaftar, keduanya kader Golkar. Yang pertama pak Syarwani yang mendaftar, yang kedua pak Fransisco,” ujar Fenry Alpius Litun.
“Pada hari Senin malam panitia pengarah sudah melakukan verifikasi terhadap calon yang maju. Dari hasil verifikasi tersebut hanya ada satu calon yang memenuhi persyaratan calon ketua DPD Partai Golkar berdasarkan aturan yaitu bapak Syarwani,” sambung Fenry, Rabu (26/11/2025).
Dari 10 persyaratan yang ditetapkan, Syarwani mampu memenuhi semuanya. Bahkan untuk dukungan, telah memegang 50% + 1 dukungan suara. Sedangkan Francisco terkendala pada dukungan suara.
Ada 10 persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi calon. Di antaranya aktif menjadi anggota minimal 5 tahun berturut-turut.
Selain itu pendidikan minimal S1, memiliki prestasi, dedikasi, disiplin dan tidak tercela, memiliki kapasitas dan akseptabilitas, tidak pernah terlibat G30S PKI, lulus pendidikan kader Partai Golkar, telah aktif menjadi pengurus selama satu periode, dukungan sekurang-kurangnya 30% dari pemegang suara dalam bentuk surat dukungan dan bersedia meluangkan waktu untuk Partai Golkar.
Persyaratan terakhir apabila ada calon dari poin 1 sampai 9 tidak memenuhi syarat, tetapi mendapatkan persetujuan dari ketua umum, bisa maju.
“Pak Syarwani memenuhi semua persyaratan itu. Kalau pak Fransisco yang tidak bisa dia penuhi adalah mendapatkan dukungan dari pemegang hak suara 30%, Dia tidak punya. Itu salah satu persyaratan yang penting sekali,” tegas pria yang juga menjabat Sekretaris DPD Partai Golkar Kaltara ini.
Menurutnya, hasil penjaringan akan disampaikan pada Musda III DPD Partai Golkar Kaltara pada 30 November mendatang untuk disahkan menjadi calon ketua.
Dengan telah ditutupnya penjaringan, Fenry menegaskan tidak bisa lagi muncul nama yang menjadi bakal calon selain yang telah mengikuti penjaringan. (jkr)













Discussion about this post