TARAKAN Keluhan itu diungkapkan salah satu pedagang, Ana. Diduga karena tersumbatnya saluran. Sehingga air tertampung di tengah pasar.
Menanggapi keluhan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan meminta pengelola untuk membenahi infrastruktur pasar.
Pemkot Tarakan sendiri tidak bisa berbuat banyak karena status pengelolaan masih di bawah PT Gusher hingga 2031. Sehingga tanggung jawab pembenahan ada dk pihak pengelola.
“Ini memang dilema Pasar Gusher karena secara pengelolaan sampai 2031 dikelola oleh PT Gusher,” ujar Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes.
“Karena pengelolaannya masih dibawah PT Gusher maka uang sewanya diambil oleh pengelola. Akan tetapi tidak mau memperbaiki infrastruktur menurut saya agak kacau juga. Mestinya supaya juga orang enak berbelanja, pedagang juga enak, tentu akan meningkatkan pendapatan, harapan kita pengelola mau memperbaiki infrastrukturnya,” sambung wali kota saat ditemui awak media, Rabu (11/2/2026).
Pemkot sendiri berencana mendiskusikannya dengan pihak pengelola untuk mencari solusi. Namun untuk pembenahan drainase, Pemkot Tarakan bersedia membantu.
“Mungkin kalau masalah drainase bisalah dari pemda untuk membantu melakukan pembersihan dan lain-lain. Tapi masalah membangun karena banyak atap yang bocor, bukan kewenangan kami. Kami akan ingatkan juga ke pengelola untuk diperbaiki,” tutur Khairul.
Adapun untuk pembersihan drainase, Khairul berharap bisa dilakukan melalui kegiatan Safari Gotong Royong Pemkot Tarakan.
Diharapkan kegiatannya bisa dilaksanakan sebelum Ramadan sehingga tidak menganggu umat Islam beribadah. (*)
Gubernur Hadiri Entry Meeting Pemeriksaan LKPD 2025, Tegaskan Komitmen Transparansi
DENPASAR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menghadiri Entry Meeting Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah...
Read moreDetails

















Discussion about this post