TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan memindahkan 27 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ke sejumlah lapas di luar daerah.
Masing-masing 19 orang ke Lapas Kelas IIA Balikpapan, 5 orang ke Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong dan 3 orang ke Lapas Kelas IIB Nunukan.
Kegiatan pemindahan berlangsung pada Kamis (22/1/2026) menggunakan kapal laut dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Tarakan, Fitroh Qomarudin, mengatakan pemindahan dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang terencana dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga sebagai upaya untuk mengurangi tingkat over kapasitas di Lapas Tarakan.
“Pemindahan ini murni untuk kepentingan pembinaan. Ketika lapas over kapasitas, program pembinaan tidak bisa berjalan maksimal karena keterbatasan sarana, prasarana, dan tenaga pengajar,” ujar Fitroh.
Ia membeberkan, saat ini, Lapas Tarakan menampung sekitar 1.290 warga binaan, jauh melampaui kapasitas ideal yang hanya sekitar 400 orang. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap efektivitas pembinaan dan pengamanan.
Fitroh menegaskan seluruh warga binaan yang dipindahkan telah berstatus inkrah dan sebelumnya telah melalui proses asesmen dari Balai Pemasyarakatan (Bapas). Setiap narapidana dinilai berdasarkan tingkat risiko, mulai dari minimum hingga maksimum.
“Prosesnya panjang. Ada penilaian perilaku, tingkat risiko, dan kesiapan pembinaan. Setelah itu baru turun persetujuan dari kantor wilayah dan pusat,” katanya.
Kasus para warga binaan yang dipindahkan bervariasi, mulai dari narkotika, pencurian hingga pembunuhan, dengan mayoritas merupakan perkara narkoba.
Fitroh memastikan kegiatan ini berjalan lancar dan warga binaan tiba dengan selamat.
“Alhamdulillah seluruh warga binaan sudah tiba dengan selamat dan pengawalan juga sudah kembali,” ungkap Fitroh.
Ia menyebut pemindahan ini merupakan yang pertama dilakukan pada tahun 2026. Idealnya, distribusi warga binaan dilakukan minimal sebulan sekali, namun pelaksanaannya sangat bergantung pada ketersediaan anggaran dan kebijakan dari pusat. (*)


















Discussion about this post