TARAKAN – Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan, Arbain menegaskan pihaknya pernah menangani ibu yang mengemis dengan membawa anaknya.
Hal itu tegaskannya menanggapi kembali ditemukannya ibu tersebut mendatangi sejumlah cafe untuk meminta-minta atau mengemis dengan membawa dua anaknya higga viral di media sosial.
“Jadi ibu ini memang klien kami, sudah ditangani. Tapi kadang susah juga, model nyamannya dia mungkin seperti itu (meminta-minta),” ujar Arbain, Kamis (15/1/2026).
Sepengetahuannya, wanita berinisial R ini memang tidak ada yang menafkahi. Dia juga tidak punya pekerjaan tetap. Padahal usianya tergolong masih muda, berakal sehat dan bisa berkomunikasi. Namun ia terpaksa mengemis demi memenuhi kebutuhan hidupnya dan anak-anaknya.
Arbain mengaku pihaknya pernah mengikutsertakan dalam sejumlah program bantuan. Akan tetapi belum menjamin seluruh kebutuhannya.
Pendamping Rehabilitasi Sosial pada Dinsos dan Pemberdayaan Tarakan, Yuanita Priskantari membenarkan.
“Jadi sebenarnya wanita yang sempat viral beberapa hari lalu merupakan klien lama sejak Kepala Dinas Sosial masih zamannya Ibu Mariyam,” ujar Yuanita.
Upaya penanganan pun sudah dilakukan. Di antaranya menitipkan ia dan anak-anaknya di panti asuhan yang dikelola Baznas Tarakan. Akan tetapi yang bersangkutan kabur karena alasan lebih nyaman beraktifitas di luar.
“Kami sempat membahas dengan Baznas biarlah ibu ini, anak dan bayinya tinggal di Panti Baznas yang ada di Juata. Sudah dibawa ke sana dan difasilitasi makannya, cuma si ibu ini kabur sehingga kami dihubungi lagi oleh pihak Baznas bahwa ada lagi ibu ini minta-minta. Kami cari dan ketemu akhirnya kami bilang, kenapa harus keluar dari panti, kan sudah enak. Jawabannya maunya dia itu seperti orang pada umumnya ingin beraktivitas mencari uang. Kalau di panti kegiatannya begitu-gitu aja,” beber Yuanita.
Lebih lanjut yang membeberkan bahwa sebenarnya ibu tersebut memiliki cukup banyak anak. Selain dua anak yang bersamanya, ada juga beberapa anaknya yang dititipkan di panti asuhan baik di Tarakan maupun di Samarinda.
Terbaru pihaknya sempat melakukan home visit di rumah yang ditinggali ibu tersebut. Dari hasil kunjungan diketahui wanita itu tinggal di kamar satu petak dengan dua orang anaknya dan dinilai tidak layak.
Dengan upaya yang sudah dilakukan Yuanita menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya sudah melakukan penanganan. Akan tetapi sikap ibu tersebut yang sulit untuk dipahamkan. (jkr)
















Discussion about this post