TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah menyalurkan bantuan stimulan kepada warga terdampak tanah longsor.
Bantuan diserahkan simbolis Wali Kota Tarakan, dr. H. Kairul, M.Kes kepada tiga beberapa warga di RT 14, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Senin (17/11/2025).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, Yonsep menjelaskan Pemkot Tarakan menganggarkan Rp250 juta untuk bantuan stimulan.
Setiap penerima mendapatkan bantuan senilai Rp5 juta dalam bentuk material bangunan. Seperti papan dan balok serta paku yang dapat digunakan membuat siring sementara untuk menahan longsor susulan.
“Bantuan ini bersumber dari APBD perubahan dengan jumlah bantuan di 50 titik di tiga Kecamatan. Yaitu Kecamatan Tarakan Barat, Tarakan Timur dan Tarakan Tengah. Total anggaran yang digunakan Rp250 juta,” ujar Yonsep.
“Bantuan ini berbentuk material kayu sifatnya sementara untuk menahan lajunya longsor susulan. Yang kita serahkan itu nilainya secara Rp 5 juta setiap kepala keluarga. Tapi dalam bentuk barang,” sambung Yonsep, Senin (17/11/2025).
Adapun pengerjaannya diserahkan kepada pemilik. Namun diharapkan dapat dikerjakan secara gotong dengan menggandeng kelurahan, ketua RT serta warga setempat.
Konsep juga menegaskan bahwa bantuan ini untuk warga terdampak longsor mulai Januari hingga Oktober 2025.
“Jadi 50 titik ini adalah karena longsor bukan karena gempa kemarin,” tegas Yonsep.
Ada pun untuk bantuan bagi warga terdampak gempa bumi, Yonsep serahkan kebijakan kepada kepala daerah. (adv)
SKK Migas Raih Gold Rank pada ASRRAT 2025
NUSA DUA - Laporan Keberlanjutan atau Sustainability Report SKK Migas kembali mendapatkan peringkat Gold Rank pada the Asia Sustainability Reporting...
Read moreDetails

















Discussion about this post