KBRN, Tanjung Selor : Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu perhatian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Utara (Kaltara) dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024.
Tidak hanya atlet, tapi juga pelatih. Karena itu, dalam menangani atlet yang akan berlaga di PON untuk mencapai target medali, KONI Kaltara akan memberlakukan pelatih bersertifikat nasional.
“Untuk pelatih itu minimal sertifikasi nasional untuk lisensinya. Kita tidak pernah berharap yang pernah ada kejadian atau ada kejadian, gurunya SMP yang diajar SMA. Bagaimana bisa pintar, bisa berprestasi,” ujar Wakil Ketua Umum I KONI Kaltara, Wiyono Adie, belum lama ini.
Dengan demikian, ia menegaskan, pelatih lisensi nasional menjadi syarat untuk bisa melatih atlet PON.
Tugas pelatih pun akan lebih berat. Tidak hanya sekedar bisa melatih, tapi juga harus membuat Program Pembinaan Prestasi Atlet (PPPA) yang terukur dan terarah untuk mencapai target yang ditetapkan cabang olahraga.
“Tuntutan para pelatih itu adalah membuat PPPA, program pembinaan peningkatan prestasi atlet. Itu yang menuju kepada gambaran target-target yang mau dicapai oleh cabor di PON. Karena di PPPPA itu menterjemahkan siklus-siklus,” tutur pria yang juga Sekretaris Pelti Kaltara ini.
Dijelaskan, program itu akan bertahap. Di mana siklus pertama periode Januari sampai dengan Maret 2024, seklus keuda April hingga Juni dan siklus ketiga Juli sampai Agustus.
Dari program tersebut akan terlihat gambaran bagimana seorang pelatih menterjemahkan program yang sudah disusun. Program tersebut nantinya akan selaras dengan Training Center (TC) desentralisasi dan sentralisasi. (jkr)
Discussion about this post