TARAKAN – Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes mengapresiasi dilaksanakannya Pesantren Kilat Ramadan 1447 Hijriah.
Dinas Pendidikan Tarakan berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama Tarakan dan Dinas Pendidkan dan Kebudayaan Provinsi Kaltara Perwakilan Tarakan dan Bunyu menggelar Pesantren Kilat Ramadan.
Kegiatan ini diikuti ribuan siswa dari jenjang SD, SMP dan SMA/sederajat, dibuka Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul M.Kes di Masjid Baitul Izzah, Islamic Center Tarakan, Selasa (24/2/2026).
Wali Kota Khairul menilai kegiatan tersebut sangat positif untuk membentangi generasi muda ditengah kekhawatiran akan pengaruh media sosia yang masif. Seperti narkoba, merokok hingga yang viral belakangan ini, yaitu kasus LGBT di kalangan siswa
Kegiatan ini sekaligus menjadi jawaban atas keresahannya selama ini. Sebab Khairul mengaku kegiatan ini sudah pernah ia sampaikan kepada kepala dinas pendidikan sebelumnya, namun baru sekarang terealisasi
” Ini sebenarnya sudah cukup lama saya sampaikan, rasanya sudah dua kepala dinas sebelumnya. Saya menyampaikan bahwa sekarang untuk mencegah berbagai pengaruh negatif kepada anak-anak kita yang relatif sedang dalam proses perkembangan jiwa dan psikologi, tidak bisa hanya dengan teori, tidak bisa hanya dengan kurikulum mengajar saja. Tapi harus ada kegiatan praktek secara nyata dan menurut saya,” ujar Khairul.
“Yang paling penting adalah memberikan anak-anak kita ini pendidikan agama itu yang paling penting sesuai dengan kepercayaannya masing-masing karena kita yakin dan percaya semua agama mengajarkan tentang kebaikan” sambung Khairul.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Tarakan ini meyakini jika generasi muda diperkenalkan agama sejak dini, kelak tidak perlu khawatir apabila melepas mereka ke mana saja.
Dalam kesempatan itu, dilaunching juga Gerakan Memulai Pembelajaran dengan Membaca Kitab (GEMPITA) dan Gerakan Siswa Cinta Sholat (GESIT LAH).
Sementara itu, di sesi pembukaan diisi Seminar Edukasi Pelajar dengan empat tema diskusi. Di antaranya bahaya LGBT, zina dan pernikahan dini yang disampaikan Alghifari Smith dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan.
Peserta juga dibekali terkait dampak hukum kriminalitas dari Polres Tarakan serta tentang HIV/AIDS oleh dr. Ari Yusnita.
Usai pembukaan, pesantren kilat di hari berikutnya akan dilanjutkan di masing-masing sekolah hingga berakhirnya kegiatan.













Discussion about this post