TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan memperkirakan adanya potensi hujan dan banjir rob di awal tahun. Karena itu masyarakat diimbau waspada.
Adanya potensi hujan dipicu angin Monsun Asia yang masih aktif hingga Februari. Angin ini menuju Indonesia, termasuk ke Kalimantan Utara (Kaltara) dengan membawa uap air sehingga berpotensi turun hujan.
“Monsun Asia ini menuju Kalimantan Utara atau secara umum ke Indonesia membawa uap air yang banyak ini yang berpotensi meningkatkan curah hujan di wilayah Kaltara,” beber Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, Rabu (31/12/2025).
Kondisi ini menurut Sulam Khilmi, patut diwaspadai. Sebab berdasarkan pengalaman tahun 2025, pernah terjadi intensitas hujan yang tinggi hingga mencapai 600 milimeter yang menyebabkan banjir dan tanah longsor.
“Ini patut dijadikan kewaspadaan sebagai catatan,” tegas Sulam Khilmi.
Meski demikian, berdasarkan perkiraan potensi hujan secara bulanan, potensi curah hujan di Kaltara berada pada kategori menengah. Yaitu antara 100 sampai 150 milimeter.
Sementara itu, memperkirakan adanya adanya potensi banjir rob di awal tahun seiring datangnya fase bulan penuh atau bulan purnama yang diperkirakan terjadi pada 2 – 3 Januari.
Dampaknya menyebabkan tinggi air pasang laut meningkat karena jarak bulan yang dekat dengan bumi.
Meskipun pihaknya belum mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi banjir rob, akan tetapi hal itu patut diwaspadai. Sebab apabila terjadi bersamaan hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, berpotensi menyebabkan banjir.
“Di tanggal 2 dan 3 Januari diperkirakan periode bulan purnama atau full moon. Walaupun kita tidak mengeluarkan peringatan dini, namun yang patut diwaspadai adalah ketika di bulan baru ini ada hujan, itu saja yang perlu diwaspadai,” tutur Sulam Khilmi. (jkr)
Tingkatkan Konektivitas, Pemprov Dorong AirAsia Buka Rute Penerbangan Tarakan-Tawau
TANGERANG - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., bersama jajaran melakukan audiensi bersama manajemen PT...
Read moreDetails



















Discussion about this post