TARAKAN – Di tahun 2026, Palang Merah Indonesia (PMI) Tarakan telah menyiapkan sejumlah program kerja baik terkait penanggulangan bencana, pembinaan relawan hingga donor darah.
Ketua PMI Tarakan, H. Hamid Amren menjelaskan program yang akan dilaksanakan tetap merujuk pada hasil musyawarah nasional (munas), musyawarah provinsi (musprov) dan musyawarah kota (muskot).
“Program PMI ini kan sesuai dengan program kerja hasil munas yang lalu, termasuk hasil musyawarah provinsi dan musyawarah kota itu yang terus kita lakukan,” ujar Hamid Amren belum lama ini.
Mantan Sekretaris Daerah Tarakan ini mencontohkan seperti di bidang penanggulangan bencana dengan mengirimkan relawan apabila ada permintaan bantuan dari PMI Pusat.
Selain itu, melakukan penggalangan dana kemanusiaan seperti yang dilakukan saat terjadi musibah banjir bandang di Sumatera.
“Seperti saat bencana di Aceh kemarin relawan kita sempat diminta untuk membantu tapi berhalangan karena ada anggota keluarga yang kurang sehat. Tetapi kita mampu menggalang dana yang cukup lumayan mencapai rp275 juta lebih, khusus Tarakan saja,” ungkap Hamid Amren.
Demikian juga di bidang lain. Seperti pembinaan relawan melalui kegiatan Palang Merah Remaja PMR maupun Korps Sukarelawan (KSR).
Termasuk mengirimkan Kontingen mengikuti kegiatan di luar daerah. Seperti jumpa, bakti dan gembira (Jumbara) yang merupakan bagian dari pembinaan PMR.
Dari pembinaan itulah melahirkan relawan-relawan yang siap bertugas dengan kemampuan yang didapat melalui pembinaan PMR dan KSR. Baik keterampilan fisik, emosional maupun integritas.
Selain itu Febi Tarakan juga tetap melaksanakan kegiatan donor darah sesuai dengan program kerja yang sudah digariskan oleh organisasi. (jkr)
PMI Tarakan Siapkan Program Kerja, Mengacu pada Hasil Munas, Musprov dan Muskot
TARAKAN - Di tahun 2026, Palang Merah Indonesia (PMI) Tarakan telah menyiapkan sejumlah program kerja baik terkait penanggulangan bencana, pembinaan...
Read moreDetails


















Discussion about this post