TARAKAN – Program Youth Health Impact Workshop yang dilaksanakan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Fuel Terminal Tarakan dalam Program CSR Pertamina Sehat – GUNTING
(Gunung Lingkas Anti Stunting), memberikan dampak positif dalam memperkuat peran remaja sebagai agen perubahan di bidang kesehatan.
Kegiatan ini menjadi bagian strategis dalam penguatan upaya pencegahan anemia dan stunting berbasis komunitas remaja di Kota Tarakan.
Workshop yang melibatkan remaja Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta Forum Generasi Berencana (FORGENTA) tersebut dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam membangun kesadaran kesehatan sejak usia remaja.
Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, peserta dibekali pemahaman mengenai gizi seimbang, pencegahan anemia, serta pentingnya penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan partisipatif yang diterapkan mendorong remaja tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai peer educator yang diharapkan mampu menyampaikan pesan-pesan kesehatan secara efektif kepada lingkungan sebayanya.
Hal ini sejalan dengan upaya membangun kesadaran kolektif di kalangan remaja terhadap pentingnya kesehatan sebagai fondasi kualitas generasi masa depan.
Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya pemahaman dan kesadaran peserta terhadap isu kesehatan remaja.
Jika sebelumnya sebagian peserta masih memiliki pengetahuan terbatas terkait anemia dan pencegahannya, setelah mengikuti workshop mereka mulai memahami langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan serta peran strategis remaja dalam mendukung keberhasilan program penurunan stunting di wilayahnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas remaja merupakan salah satu kunci keberlanjutan program tanggung jawab sosial perusahaan di bidang kesehatan.
“Melalui Youth Health Impact Workshop, Pertamina tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendorong lahirnya remaja-remaja yang mampu menjadi katalis perubahan di lingkungannya. Peran aktif remaja sebagai penggerak kesehatan sangat penting dalam mendukung upaya pencegahan anemia dan stunting secara berkelanjutan,” ujar Edi.
Ia menambahkan bahwa hasil workshop diharapkan dapat memperkuat implementasi Program Pertamina Sehat – GUNTING, khususnya dalam membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan remaja sebagai fondasi lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.
“Kami berharap pengetahuan serta rencana aksi yang disusun peserta dapat diterapkan secara nyata melalui edukasi sebaya dan kampanye kesehatan di lingkungan masing-masing,” tambahnya.
Pelaksanaan program ini turut melibatkan kolaborasi lintas sektor, antara lain DP3A2KB Kota Tarakan, Pemerintah Kelurahan Gunung Lingkas, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), pendamping KB, pendamping PIK-R kelurahan dan kecamatan di Tarakan Timur, serta Duta Genre Kota Tarakan. Sinergi tersebut memperkuat upaya bersama dalam menjadikan remaja sebagai garda terdepan pembangunan kesehatan masyarakat.
Melalui Program Pertamina Sehat – GUNTING, Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tarakan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan stunting sejak hulu, sejalan dengan dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 4 (Quality Education). (*)


















Discussion about this post