TARAKAN – Kepergian Syafril Husin menyisakan duka mendalam. Tidak hanya bagi keluarga, tapi juga sahabat. Pasalnya almarhum dikenal sosok yang humble dan menginspirasi.
Syafril Husin meninggal dunia pada Rabu sore (7/1/2026) di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Rencananya akan dikebumikan pada Kamis (8/1/2026).
Banyak orang yang merasa kehilangan. Sebab Syafril Husin memiliki pergaulan yang luas dengan aktif berorganisasi. Mulai sejak mahasiswa hingga saat ini, ia masuk dalam beberapa organisasi baik kepemudaan, olahraga hingga artai politik.
Mukhlis Ramlan, salah satu sahabat almarhum yang merasa sangat kehilangan. Sebab Ia sudah menjadi rekan seperjuangan almarhum sejak menjadi mahasiswa Universitas Mulawarman Samarinda.
Meski beda fakultas, Namun karena sama-sama berasal dari Tarakan keduanya akrab untuk memperjuangkan aspirasi mahasiswa Tarakan ketika itu.
Mulai dari mendirikan organisasi Persatuan Mahasiswa Kota Tarakan (Permata) hingga turut memperjuangkan terbentuknya Provinsi Kaltara.
“Kami lihat almarhum Syafril tidak hanya sebatas sahabat lebih daripada saudara yang berjuang di awal-awal di Samarinda dengan penuh spirit yang luar biasa banyak gagasan-gagasan yang kami diskusikan itu menjadi kenyataan karena memang Sapril adalah sosok yang gigih dan konsisten dalam mempertahankan ide dan gagasannya,” kenang Mukhlis Ramlan.
Mantan Sekretaris KORMI Kaltara ini mencontohkan kala almarhum memperjuangkan asrama mahasiswa Tarakan di Samarinda. Melalui diskusinya bersama almarhum, berlanjut pada pertemuan dengan Wali Kota Tarakan, ketika itu dr. H. Jusuf SK dan berhasil disetujui untuk mengontrak sebuah bangunan menjadi asrama mahasiswa Tarakan.
Kebersamaannya dengan almarhum bahkan berlanjut sampai saat ini. Di mana keduanya sering terlibat dalam berbagai organisasi. Diantaranya bersama-sama mendirikan Komite Olahraga masyarakat Indonesia (KORMI) Kalimantan Utara (Kaltara).
Mukhlis Ramlan tidak pungkiri keberadaan Syafril Husin di KORMI Kaltara memberikan dampak yang besar bagi kemajuan organisasi olahraga masyarakat ini.
Dibuktikan dengan sukses membawa Kontingen Kaltara meraih prestasi di beberapa edisi Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) yang diikuti.
“Saya tidak hanya kehilangan sahabat ataupun saudara saya kehilangan semangat dan ide-ide yang selama ini yang setiap ketemu beliau pasti ada ide baru ada diskusi-diskusi positif yang bisa menjadi spirit luar biasa Untuk banyak hal,” tutur Mukhlis Ramlan.
Mukhlis Ramlan berharap kontribusi almarhum dalam segala bidang dapat menjadi amal jariah yang diterima oleh Allah SWT.
Duka juga dirasakan sahabat almarhum lainnya, Effendy Gunardi. Ia mengaku almarhum adalah sosok yang cocok dibawa berorganisasi karena memahami hal itu.
Effendy Gunardi mengaku telah berteman dengan almarhum cukup lama dan terlibat dalam beberapa organisasi seperti Kadin Tarakan, KORMI Kaltara hingga DPD Partai Demokrat Kaltara.
“Kami sangat kehilangan tentunya dengan sosok almarhum pakai Husin karena beliau ini orang yang hamil kemudian putra daerah yang memiliki kapasitas sangat baik. Dia bisa menjadi pemersatu dan mengumpulkan kawan-kawan sesuai bidangnya,” kenang Effendy Gunardi.
“Kalau bicara soal organisasi almarhum ini sangat khatam. Kita kan memang butuh orang-orang yang paham organisasi, bukan hanya berorganisasi untuk mencari nama,” sambung Effendy Gunardi.
“Kami, baik dari keluarga besar keluarga Demokrat, keluarga besar KORMI dan Kadin sangat kehilangan sosok almarhum,” tuturnya. (jkr)
Jalin Kolaborasi dengan Wartawan di Kaltara, BPJS Ketenagakerjaan Gelar Media Gatering
TARAKAN - Menjalin sinergi dengan wartawan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggelar Media Gathering di Studio XXI, Tarakan Mall,...
Read moreDetails


















Discussion about this post