TARAKAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam Tarakan di awal tahun 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan mencatat sudah 11 kali terjadi bencana hidrometeorologi ini.
Lokasinya tersebar di Kecamatan Tarakan Timur dan Tarakan Utara. Hal itu dibenarkan Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Tarakan, Asril Maulid.
“Dalam Januari ini untuk kebakaran hutan itu ada 11 kali kejadian. Paling banyak di bagian utara kemarin sedangkan di timur ada tetapi tidak terlalu banyak,” ujar Asril Maulid.
Ia mengakui, bencana ini dipicu kondisi cuaca di Tarakan yang tidak menentu. Terkadang hujan, sering juga panas yang menyebabkan kekeringan.
“Awalnya cuaca dingin tiba-tiba dalam beberapa minggu kemarin siklusnya panas sehingga mengakibatkan terjadi karhutla,” tutur Asril Maulid.
Meski demikian Asril juga tidak memungkiri adanya faktor human error atau kesalahan dari manusia. Seperti membuka lahan dengan cara membakar namun tidak dikawal dengan baik.
Atau membuang puntung rokok sembarangan sehingga terkena daun yang kering sehingga menyulut api.
“Yang di pinggir jalan kebanyakan karena puntung rokok sehingga mengakibatkan daun-daun yang kering atau rumput yang kering di pinggir jalan itu akhirnya terbakar. Kalau yang masuk di daerah kebun karena mereka posisi menanam ulang tanaman akhirnya mereka membakar supaya cepat pekerjaan tetapi tidak mengukur kecepatan angin dan segala macam,” tutur Asril.
Dalam penanganan kebakaran pihaknya berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memadamkan. Seperti dari Pemadam Kebakaran (Damkar), KPH Tarakan hingga relawan Korlakar. Sehingga petugas yang ada dapat dimaksimalkan. (jkr)
Perusahaan Minyak Italia, Eni Indonesia Finalkan Investasi Proyek Gas Besar di Kaltim
JAKARTA - Perusahaan energi global Eni resmi mengambil Final Investment Decision (FID) untuk pengembangan proyek gas Gendalo–Gandang (South Hub) serta...
Read moreDetails

















Discussion about this post