TARAKAN – Petugas gabungan mendatangi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di depan Gedung Tenis Indoor Telaga Keramat, Kamis (8/1/2026).
Pasalnya, beberapa rangka tenda didirikan di lokasi itu yang dinilai bukan tempat berjualan.
Menurut Lurah Kampung Enam, Mika Barung, sedikitnya ada dua rangka bangunan yang diminta untuk dibongkar. Rangka tersebut hendak didirikan pedagang sebagai tempat berjualan.
Tindakan petugas ini pun sempat mendapat penolakan karena alasan ingin mencari rezeki demi memenuhi kebutuhan ekonomi. Namun setelah diberi pemahaman, pedagang bersedia membongkar tendanya.
“Tenda yang kita turunkan yang paling banyak ada dua tenda yang awalnya mau dinaikkan,” ujar Mika Barung.
“Sempat menolak. Tapi kita memberikan juga pemahaman kepada pedagang supaya paham. Akhirnya mereka mau diturunkan,” sambung Mika Barung, Jumat (9/1/2026).
Menurutnya, langkah ini dilakukan sebagai upaya menata kota Tarakan agar indah di pandang mata. Hal itu juga sesuai arahan Wali Kota Tarakan. Sebab jika dibiarkan, PKL semakin menjamur berdagang di lokasi tersebut yang dinilai bukan tempatnya.
“Pak wali sudah memberikan masukan agar dapat menata kota Tarakan supaya kelihatan indah dan elok dipandang mata. Kalau kita tidak turunkan itu lama-lama akan menjamur sampai ke ujung Balai Adat,” tutur Mika Barung.
Adapun terhadap PKL yang sudah lama berjualan di lokasi itu, pihaknya hanya memberi imbauan untuk tidak berjualan di lokasi itu.
Menurutnya, Pemkot Tarakan juga berupaya mencarikan tempat bagi mereka berjualan sehingga keindahan kota tetap terjaga. (jkr)



















Discussion about this post