TARAKAN – Tarakan Auto Fest 2k26 Series 4 menjadi wadah kolaborasi antara kreativitas otomotif dan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Utara (Kaltara), Lely Yalestiarini.
Event yang dbuka Gubernur Kaltara, H. Zainal Arifin Paliwang pada Jumat (21/1/2026), berlangsung hingga dua minggu ke depan di lapangan bundaran Bandara Juwata Tarakan.
Lely menilai, even tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Karena memadukan antara kreativitas dunia otomotif dan geliat pertumbuhan UMKM.
Di mana masyarakat dapat menyaksikan adu kreatifitas modifikasi motor sambil menikmati kuliner UMKM.
“Acara ini bukan hanya kontes modifikasi motor atau hiburan tetapi juga sebuah kolaborasi yang nyata untuk mendukung akselerasi perekonomian di Kalimantan Utara,” ujar Lely Yalestiarini dalam sambutannya saat pembukaan Tarakan Auto Fest 2K26 Series 4.
Karena itu, Kanwil DJPb Kaltara mendukung diselenggarakannya event ini. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum positif untuk Insan otomotif di Kaltara, menjadi ruang yang aman untuk berekspresi dan menyalurkan kreativitas di dunia otomotif.
Bagi pelaku UMKM, melalui acara ini diharapkan dapat memperluas jaringan, meningkatkan omset penjualan dan memperoleh informasi yang bermanfaat terkait pembiayaan.
Lely juga berharap masyarakat Kaltara dapat mendukung kemajuan ekonomi lokal dengan membeli produk-produk UMKM Kaltara yang kualitasnya tidak kalah dengan produk luar daerah. Sehingga rupiah yang dibelanjakan akan sangat berarti bagi perekonomian Kaltara.
Kanwil (DJPb) Kaltara dalam kegiatan ini memfasilitasi UMKM agar bisa mendapatkan pembiayaan keuangan dalam rangka meningkatkan usahanya agar naik kelas.
Menurutnya, Lely, sebagai pengelola ekonomi regional, pihaknya diamanahkan untuk membantu upaya meningkatkan perekonomian di daerah.
Salah satu upaya dengan mendukung kegiatan ini. Di mana Kanwil DJPb Katara memfasilitasi pembiayaan keuangan bagi pelaku UMKM melalui pusat investasi pemerintah.
Sebab UMKM dinilai tulang punggung perekonomian bangsa yang terbukti mampu menopang pertumbuhan ekonomi dan penyedia lapangan pekerjaan bagi sebagian besar masyarakat.
Namun tantangan yang dihadapi para pelaku UMKM adalah akses terhadap pembiayaan yang mudah dan serta pemberdayaan yang berkelanjutan. Karena itulah pihaknya hadir di acara ini untuk mengatasi tantangan tersebut.
“Kami melibatkan salah satu Badan Layanan Umum di Kementerian Keuangan. Yaitu Pusat Investasi Pemerintah yang nanti akan menjadi salah satu akselerasi untuk pemberdayaan UMKM di Kaltara,” tutur Lely.
Lely menambahkan direncanakan minggu depan Pusat Investasi Pemerintah akan berkunjung ke Kaltara untuk melakukan penjajakan terhadap potensi kerjasama dengan pemerintah daerah dalam melakukan pembiayaan dan pemberdayaan UMKM.
Karena itu Lely mengharapkan dukungan Pemerintah Provinsi Kaltara agar melalui sinergi dan kolaborasi ini dapat menaikkan kelas UMKM di Kaltara. (jkr)













Discussion about this post