TARAKAN – Posko Angkutan Udara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) Bandar Udara Juwata Tarakan mencatat sebanyak 18.643 penumpang berangkat dan 16.776 penumpang datang melalui Bandara Juwata Tarakan.
Hal itu diketahui setelah Badan Layanan Umum (BLU) Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Utama Juwata Tarakan menutup penyelenggaraan Posko Angkutan Udara Nataru pada Senin (5/1/2026).
Kepala Bagian Keuangan dan Tata Usaha Sub Bagian kepegawaian dan Umum Unit Penyusun Bahan Hukum, Kehumasan dan Publikasi BLU Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata Tarakan, Firmanto Kamal bila dibandingkan momentum yang sama tahun 2024, terjadi penurunan penumpang.
“Berdasarkan data selama periode Nataru 2025/2026, tercatat sebanyak 18.643 penumpang berangkat (turun 0,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya) dan 16.776 penumpang datang (turun 2℅) melalui Bandara Juwata Tarakan,” ujar Firmanto Kamal melalui pernyataan tertulis, Senin (6/1/2026).
Tidak hanya jumlah penumpang , dari sisi pergerakan pesawat udara juga terjadi penurunan yang cukup signifikan sebesar 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total 433 pergerakan pesawat (take off dan landing).
Penurunan juga terjadi pada angkutan kargo yang tercatat 316 ton kargo datang (turun 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya). Adapun kargo berangkat mengalami peningkatan sebesar 43 persen atau sebanyak 251 ton, yang menunjukkan tetap terjaganya peran Bandara Juwata sebagai simpul distribusi logistik dan penggerak perekonomian di wilayah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Meski demikian, Firmanto Kamal memastikan arus mudik dan balik Nataru berjalan aman, tertib dan lancar.
Puncak arus mudik sendiri terjadi pada 22 Desember 2025 dengan jumlah penumpang berangkat sebanyak 1.283 orang. Sedangkan puncak arus balik terjadi pada 4 Januari 2026 dengan jumlah penumpang datang sebanyak 1.246 orang.
Sementara itu, selama pelaksanaan Posko Angkutan Udara Nataru 2025/2026, tidak terdapat kejadian menonjol yang mengganggu operasional penerbangan.
Namun beberapa kali keterlambatan penerbangan baik yang datang maupun berangkat, masih ditemui. Hal ini disebabkan faktor cuaca.
Namun demikian, seluruh kondisi tersebut dapat ditangani dengan baik melalui penerapan manajemen keterlambatan sesuai ketentuan serta penyampaian informasi yang transparan kepada penumpang dan para pemangku kepentingan.
“Tercatat adanya beberapa keterlambatan penerbangan baik kedatangan maupun keberangkatan yang disebabkan oleh faktor cuaca dan teknis operasional,” lanjut Firmanto Kamal.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Posko Angkutan Udara Nataru 2025/2026 ini merupakan hasil dari sinergi dan kerja sama yang solid antara seluruh stakeholder, antara lain TNI AU, Kepolisian, pemerintah daerah, AirNav Indonesia, BMKG, Basarnas, instansi karantina, Bea dan Cukai, Imigrasi, operator penerbangan, pengelola kargo, serta seluruh mitra kerja Bandara Juwata.
Karena itu ia mengapresiasi seluruh personel posko dan stakeholder atas dedikasi, komitmen, dan tanggung jawab yang telah ditunjukkan selama masa penyelenggaraan posko.
Penutupan Posko Angkutan Udara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini diharapkan menjadi momentum evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan jasa transportasi udara di Bandara Juwata ke depan. (jkr)
Sinergi Pertamina Patra Niaga dan Patra Logistik, Pasokan BBM Satu Harga ke Krayan Tetap Aman
NUNUKAN – PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM Satu Harga ke wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, tetap aman...
Read moreDetails



















Discussion about this post