TARAKAN – Penjualan jagung di Tarakan menjelang malam pergantian tahun, masih dirasakan sepi oleh pedagang.
Biasanya pembeli memesan jauh-jauh hari. Namun hingga Senin (29/12/2025), belum ada pesanan. Hal itu diakui salah satu pedagang jagung, Martina.
“Biasanya dari tanggal 27 sudah pesan, siapkan sekian karung, nanti kuambil tanggal 31. Tapi tahun ini belum ada,” ujar Martina kepada awak media, Senin (29/12/2025).
Namun Martina masih berharap pejualan jagungnya meningkat menjelang malam pergantian tahun untuk menambah penghasilan.
Menurut Martina, jagung yang ia dijual merupakan hasil panen petani lokal. Selain menjual eceran, Martina juga menjajakan per karung.
Untuk eceran dijual Rp20 ribu untuk empat buah. Sedangkan per karung dijual Rp400 ribu. Harga itu dinilai tidak mengalami kenaikan. Martina juga menjamin jagung yang dijajakan kualitasnya cukup bagus. (jkr)
Hari Lahir Ke-25, BPM & BEM Fakultas Teknik UBT Sukses Gelar “Sahur on The Road”
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan sukses menyelenggarakan kegiatan Sahur on The...
Read moreDetails

















Discussion about this post