TARAKAN – Pembangunan kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) baru di Juata Laut yang diintegrasikan sebagai pusat pendidikan terpadu terus menunjukkan progres positif.
Salah satu proyek strategis yang sedang berjalan di kawasan tersebut adalah pembangunan Sekolah Rakyat yang nantinya akan bersanding dengan sejumlah fasilitas pendidikan lainnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan, Fandariansyah, menjelaskan bahwa dalam proyek strategis ini, DPUTR memegang peranan penting pada penyiapan infrastruktur dasar penunjang, khususnya aksesibilitas jalan raya di dalam kawasan terpadu.
“Untuk program Sekolah Rakyat ini, fokus kami di DPUTR adalah di bagian infrastruktur jalan raya. Sementara untuk pembangunan gedung sekolahnya secara teknis berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan. Kami terus berkoordinasi secara intensif di lapangan,” jelas Fandariansyah, Rabu (8/7/2026).
Fandariansyah juga memastikan kebutuhan dasar krusial pendukung operasional kawasan berupa jaringan air bersih dan instalasi listrik dari PLN sudah berhasil terpasang dengan baik.
Fokus saat ini bergeser pada percepatan fisik bangunan sekolah yang anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Mengenai kondisi akses jalan, DPUTR sengaja menerapkan strategi penanganan jalan secara bertahap. Saat ini, jalan di kawasan Puspem Juata Laut tersebut masih berupa struktur agregat (kerikil/batu pecah), namun dipastikan sudah sangat layak dan aman untuk dilewati kendaraan.
“Infrastruktur jalannya saat ini sedang berproses dan sudah layak dilewati, statusnya masih agregat. Mengapa belum kita? Karena ke depan masih akan ada pembangunan fisik gedung-gedung besar di dalam kawasan. Jika langsung kita aspal sekarang, dikhawatirkan jalan akan cepat rusak akibat pembebanan dari kendaraan-kendaraan berat yang melintas,” ungkap Fandariansyah.
Kawasan Juata Laut dirancang menjadi sebuah area masa depan Tarakan, di mana pusat pemerintahan dan pusat kegiatan pendidikan—termasuk Sekolah Rakyat dan sekolah lainnya seperti MAN IC, berada dalam satu kesatuan terintegrasi.
Pergerakan ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah ini diprediksi akan meningkat tajam setelah seluruh instansi resmi berpindah.
Jika sesuai dengan rencana dan didukung kemampuan anggaran yang cukup untuk mem-backup seluruhnya, target penyelesaian total untuk kawasan Puspem ini, baik jalan maupun gedungnya, ditargetkan rampung bertahap hingga tahun 2028,” tutup Fandariansyah. (jkr)













Discussion about this post