TARAKAN – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kalimantan Utara (Kaltara) berharap Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara dapat lebih bijak dan responsif dalam mengawal pencairan anggaran bagi Cabang Olahraga (Cabor).
Langkah ini dinilai krusial guna menjaga keberlangsungan pembinaan atlet dan dinamika prestasi olahraga di Bumi Benuanta.
Ketua Pengprov Perpani Kaltara, Steve Singgih Wibowo, mengungkapkan bahwa keterlambatan realisasi anggaran dari Dispora ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara berdampak langsung pada manajemen internal cabor.
Menurutnya, selama ini banyak ketua cabor yang terpaksa merogoh kocek pribadi untuk menalangi berbagai agenda penting. Mulai dari kejuaraan nasional (kejurnas) hingga rapat kerja nasional (rakernas).
“Kami di tingkat cabor sangat berharap ada percepatan proses. Sejauh ini, kegiatan-kegiatan atas nama membawa nama baik daerah sering kali harus ditalangi dulu oleh dana pribadi para ketua cabor karena anggaran yang dinanti belum kunjung cair,” ujar Steve.
Menanggapi adanya kendala administratif atau dinamika yang terjadi, Steve mendorong Dispora untuk menerapkan sistem penyelesaian yang solutif.
Ia berharap, jika terdapat evaluasi atau temuan pada sektor tertentu, hal tersebut tidak menghentikan arus pembinaan secara menyeluruh.
“Harapan kami, Dispora bisa lebih bijak. Jika memang ada persoalan di titik tertentu, silakan fokus diselesaikan di titik itu saja, jangan sampai mengorbankan atau menghentikan anggaran pembinaan untuk seluruh cabor yang tidak terkait. Proses pembinaan atlet harus tetap berjalan normal,” pinta Steve.
Lebih lanjut, Steve menekankan bahwa prestasi gemilang yang diraih oleh para atlet Kaltara di kancah nasional tidak lepas dari proses panjang yang membutuhkan dukungan finansial yang stabil.
Berdasarkan estimasi akumulasi operasional di lapangan, total dana talangan mandiri yang telah dikeluarkan oleh gabungan cabor untuk menjaga roda organisasi tetap berputar diperkirakan telah mencapai angka yang cukup signifikan.
Sebagai perbandingan, Steve menyebutkan bahwa alokasi anggaran olahraga untuk Kaltara relatif jauh lebih efisien jika dibandingkan daerah lain. Karena itu, ketepatan waktu pencairan menjadi kunci utama efektivitas anggaran yang minim tersebut.
“Kita semua bangga saat Kaltara meraih juara. Namun, di balik predikat juara itu, ada perjuangan mandiri dari pengurus cabor yang harus berutang dan menalangi biaya operasional. Kami mengajak Dispora untuk duduk bersama, memanggil perwakilan cabor atau KONI, guna merumuskan percepatan solusi ini demi kemajuan olahraga Kaltara yang kita cintai,” pungkas Steve. (jkr)












Discussion about this post