TARAKAN – Penggunaan QRIS di Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025.
Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS di Bumi Benuanta mencapai 21,5 juta kali, naik 408 persen dibanding tahun sebelumnya.
Peningkatan juga terjadi pada jumlah pengguna dan merchant. Hingga akhir 2025, sebanyak 131.000 orang di Kaltara tercatat sebagai pengguna QRIS, tumbuh 8,1 persen secara tahunan.
Sementara jumlah merchant yang menerima pembayaran QRIS mencapai 112.000 unit pada 2026, atau naik 18 persen.
Dari sisi nilai transaksi, QRIS di Kaltara mencatatkan Rp2,4 triliun sepanjang 2025, meningkat 266 persen dibandingkan 2024.
Jika dibandingkan dengan populasi usia produktif Kaltara yang diperkirakan 392.000 jiwa, tingkat penetrasi QRIS saat ini berada di angka 25 persen. Bank Indonesia menilai angka ini masih menyisakan ruang ekspansi yang besar.
“Peluang masih terbuka, terutama di kabupaten dan kota dengan jumlah penduduk yang relatif banyak,” demikian disampaikan dalam rilis data terbaru.
Penggunaan QRIS di Kaltara kini meluas ke berbagai jenis transaksi, mulai dari belanja kebutuhan sehari-hari hingga pembelian tiket transportasi laut seperti speedboat.
Bank Indonesia menegaskan akan terus mendorong literasi digital agar adopsi pembayaran nontunai semakin meluas, sekaligus memastikan uang tunai tetap tersedia sebagai opsi pembayaran.
Tren pertumbuhan QRIS di Kaltara terpantau konsisten sejak 2023 hingga 2026, sejalan dengan meningkatnya adopsi pembayaran digital di masyarakat. (*)













Discussion about this post