TARAKAN – Tim Pengendalian Inflasi Daeerah (TPID) Tarakan kembali melakukan sidak pasar menjelang lebaran.
Dipimpin Wali Kota yang juga Ketua TPID Tarakan, dr. Kairul, M.Kes, tim memantau harga dan stok kebutuhan pokok di Pasar Tenguyun, Jumat (13/3/2026).
Kepada awak media usai kegiatan, wali kota mengaku memang terdapat kenaikan pada sejumlah komoditi. Seperti bawang merah, cabai rawit dan ayam potong.
Namun wali kota menilai harga masih terkendali karena kenaikan tidak telalu tinggi. Kecuali cabai rawit yang memang sering mengalami naik turun harga.
Selain itu, wali kota juga memberi perhatian kepada ayam potong. Sebab kenaikan dipicu berkurangnya stok ayam potong lokal karena banyaknya ayam beku yang beredar.
“Memang ada beberapa komoditas seperti cabai kau selalu bertahan kadang turun nanti naik lagi bawang merah sedikit naik juga yang agak naik juga daging ayam,” ujar Wali Kota.
“Saya tanya tadi katanya produksinya berkurang karena peternak ini agak mengurangi produksi. Ini juga imbas dari persaingan dengan ayam beku,” ujar Khairul kepada awak media ditemui usai kegiatan.
Karena itu, pria yang juga menjabat Wali Kota Tarakan ini menghimbau distributor ayam beku untuk menjalankan usahanya sesuai rekomendasi yang diberikan pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.
Menurut wali kota, berdasarkan rekomendasi yang diberikan, distributor diizinkan menjual ayam bekunya ke luar Tarakan, bukan di wilayah Tarakan.
“Sesuai rekomendasinya sebenarnya mereka untuk menjual keluar wilayah Tarakan bukan di Tarakan ini nanti kami akan melihat lagi rekomendasinya, saya kira dari dinas ketahanan pangan dan pertanian dilihat dengan teliti rekomendasinya,” pinta wali kota.
Sepengetahuannya ayam potong yang diproduksi peternak lokal cukup untuk memenuhi kebutuhan di Tarakan. Akan tetapi karena banyaknya beredar ayam beku membuat peternak memilih untuk mengurangi produksi untuk menghindari kerugian lebih banyak. (jkr)













Discussion about this post