TARAKAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memastikan kesiapsiagaan pelayanan kemanusiaan pada arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan Pos Siaga Pertolongan Pertama (PP) dan layanan ambulans di wilayah Kabupaten/Kota se Kaltara.
Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan, Sosial dan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kaltara, Widywati Agustini, melakukan memantau langsung ke PMI Bulungan di Tanjung Selor sebagai salah satu titik pelaksanaan program Pos Siaga Lebaran 2026.
Widya menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memastikan arahan dari Palang Merah Indonesia Pusat dan Ketua PMI Kaltara dapat berjalan dengan baik di lapangan.
“Monitoring ini penting untuk memastikan seluruh pos siaga PMI benar-benar siap memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melakukan perjalanan selama periode Lebaran,” ujarnya.
Fokus Monitoring Pos Siaga Lebaran Dalam kegiatan tersebut, PMI Provinsi Kalimantan Utara menyoroti sejumlah aspek penting dalam penyelenggaraan Pos Siaga Lebaran PMI.
Pertama, memastikan PMI kabupaten/kota telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan mitra strategis seperti dinas kesehatan, dinas perhubungan, kepolisian, serta instansi terkait lainnya.
Kedua, PMI daerah diharapkan mendirikan atau bergabung dengan Pos Siaga Lebaran, baik secara mandiri maupun bersama mitra, untuk memberikan pelayanan pertolongan pertama dan ambulans kepada masyarakat selama arus mudik.
Ketiga, perhatian khusus diberikan pada titik-titik yang menjadi jalur utama pemudik seperti jalan lintas mudik, terminal bus, pelabuhan, lokasi wisata, serta wilayah rawan kecelakaan.
Pos siaga ini direncanakan beroperasi mulai H-7 hingga H+7 Lebaran, atau menyesuaikan hasil rapat koordinasi di masing-masing wilayah.
Selain itu, PMI juga memastikan bahwa personel yang ditugaskan merupakan relawan atau petugas dengan latar belakang medis maupun paramedis, atau memiliki kompetensi khusus di bidang pertolongan pertama dan pelayanan ambulans.
“Petugas yang bertugas juga harus memperhatikan kelengkapan atribut, peralatan pertolongan pertama, serta menjunjung tinggi kode perilaku PMI dan protokol kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada Masyarakat serta membuat laporan secara berkala mulai dari kegiatan harian sampai dengan laporan akhir kegiatan yang dilaporkan secara berjanjang,” jelas Widya.
Dukungan Logistik dari PMI Pusat tindaklanjuti secara langsung oleh Pengurus PMI Kaltara dengan menyerahkan dukungan logistik dari PMI Pusat berupa air mineral kemasan 600 ml kepada PMI Kabupaten Bulungan secara simbolis.
Bantuan ini diperuntukkan bagi petugas Pos Siaga PMI serta masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Secara keseluruhan, PMI Kaltara menerima dukungan sebanyak 100 dus air mineral, yang didistribusikan ke seluruh PMI kabupaten/kota di Kaltara.
Rincianya PMI Kabupaten Bulungan 15 dus, PMI Tarakan 36 dus, PMI Nunukan 15 dus, PMI Malinau 24 dus dan PMI Kabupaten Tana Tidung 10 dus
Distribusi ini diharapkan dapat mendukung kenyamanan petugas dan membantu pemudik yang membutuhkan selama perjalanan.
Menutup kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, Widya menyampaikan apresiasi kepada seluruh PMI Kabupaten/Kota di Kaltara yang telah aktif mendukung program kerja PMI secara berjenjang serta kepada Pengurus PMI Pusat atas dukungan yang diberikan selama ini.
Ia berharap seluruh pelayanan kemanusiaan yang dilakukan relawan PMI selama masa mudik Lebaran dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran PMI Kabupaten/Kota yang telah berkomitmen menjalankan tugas kemanusiaan ini. Semoga setiap upaya yang dilakukan menjadi amal ibadah dan mampu membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (*)













Discussion about this post